Friday, 25 November 2011

Home » » Baju si Oon

Baju si Oon


Semester baru di SMA Paskal udah mulai. Setelah beberapa hari adaptasi, akhirnya terbentuk susunan struktur organisasi kelas. Doclo, yang ternyata pernah kenal sama Jono pas SMP karena rumahnya deket, didaulat menjadi KM. Sekretarisnya bernama Rostin, dan bendaharanya bernama Dychan. Mungkin hal yang lumrah klo sekretaris dan bendahara diisi oleh kaum hawa. Soalnya, mayoritas tulisan mereka enak dibaca. Bayangin aja klo misal sekretarisnya si Abox, akan sangat kasihan kalo dia nulis di papan tulis. Bukan kasihan ke si Abox nya sih, tapi ke murid lain yang baca tulisannya di papan tulis. Karena mungkin hanya dia aja yang ngerti tulisannya. Hihihihi…
Pernah sekali waktu, pas ulangan ada guru yang memberikan catatan di ulangannya dia “Lain kali, mohon jawaban diketik dengan rapih dan dikirim ke PO BOX 1234”. Ternyata ibu guru pun menyerah dalam membacanya, sambil melambai-lambaikan tangan ke kamera.

Berhubung Abox punya tampang disiplin, dia pun terpilih mendampingi Doclo jadi wakil KM.

Hari pertama ada pelajaran Biologi yang diajar oleh bu Wartismi. Karena kelas baru, si ibu pun pengen tau nama-nama muridnya dengan cara mengabsen dengan memanggil namanya. Nama yang dipanggil diwajibkan mengacungkan tangan ke atas. Menjelang akhir, ternyata ada suatu tragedi ketika si ibu mengabsen.

“Oon ,” kata bu Wartismi.

Murid yang bernama Oon pun ngacung, tapi dengan tangan kiri. Terang aja si ibu marah dan suruh mengulang dengan tangan kanan. Dia pun ngacung, tapi tangan kanannya tidak naik di atas kepala, hanya sebatas kepala.

Si ibu makin marah, “Anak cowok kok ga bisa ngangkat tangan tinggi sih?” kata bu Wartismi.

Oon pun mau tak mau mengangkat tangan kanannya tinggi-tinggi dengan tangan lainnya menutup muka. 

Seketika sekelas pun tertawa. Geerrrrr…… Ternyata alasan kenapa dia ga mau angkat tangan tinggi karena bajunya bolong pas di ketiak.

“Duileh… Kalo diliat dari tampangnya, tadinya aku ngeri, kirain preman, ternyata bodor pisan lah. Kalo kata pepatah sih wajah preman, hati roman,” celetuk Jono.

“Astagfirullah,” kata Ahmad sambil berdoa.

"Maaf bu, tadi saya lupa ngejahit," kata Oon.

"Oh, kirain habis berubah jadi Hulk. Hahaha... " kata Jono sambil cekakakan.

Bu Wartismi pun ikut ketawa sambil berkata, “Ada yang bawa peniti? Kasih pinjam itu temannya. Kasihan, nanti masuk angin. Hehehe…”

Tampaknya kelas ini akan menjadi kelas yang menyenangkan...

No comments:

Post a Comment